Cerita Horor Rombongan Vespa dari Bekasi Menuju Yogyakarta Lewat Alas Roban

Cerita Horor Rombongan Vespa dari Bekasi Menuju Yogyakarta Lewat Alas Roban

Cerita Horor Rombongan Vespa dari Bekasi Menuju Yogyakarta Lewat Alas Roban

Pengendara motor pasti telah enggak asing bersama dengan jalur horror di kawasan Alas Roban, Batang, Jawa Tengah.

Yup, Alas Roban punya ciri khas sebagai jalur yang berkelok dan tanjakan curam.
Pasang Bola
Makanya, Alas Roban seringkali menjadi daerah kecelakaan maut.

Selain itu, Alas Roban punya hutan yang terlampau luas yang menaikkan aura mistis yang membuat bulu kuduk merinding.

Salah satunya dialami Agung Hilman, seorang pemilik Vespa, hari Jumat (20/12/2019) lalu.

Melalui akun twitternya, Agung sharing cerita horror kala turing bersama dengan 7 pemotor Vespa lainnya menuju Yogyakarta.

Agung menjadi turing naik Vespa berasal dari Bekasi melalui jalur pantura.

Salah satu daerah yang dilewatinya adalah Alas Roban, jalur yang punya cerita misterius.

Jalur yang dilewati Agung adalah Bekasi – Cirebon – Brebes – Tegal – Pemalang – Alas Roban – Bawang – Muntung – Temanggung – Secang – Magelang – Muntilan – Jogja.

Sebelum memasuki Alas Roban, perjalanan turing Agung masih biasa saja.

Pengendara Vespa itu baru merasakan perihal mencekam kala melalui Alas Roban, tepatnya di Banjuputih jam 11 malam.

Saat itu, Agung dan salah satu temannya terpisah berasal dari rombongan karena menghendaki membeli minum.

Kemudian, mereka pun hingga ke sebuah warung bersama dengan penerangan remang-remang.

Agung dan temannya langsung memesan air minum untuk hanya beristirahat.

Namun, Agung menjadi aneh bersama dengan ibu-ibu penjaga warung karena nampak tersenyum terus.

Dengan jantung berdebar, Agung pun menuliskan cuitannya.

“Selagi gw membeli air, Putra ngabarin rombongan lain. Dia bilang ‘lama banget lu, ayo buruan!’ dia gw kasih air yang tadi gw beli, gw minum tapi dia nggak, airnya di taro di cantelan vespanya, Dalem hati gw bilang telah gak beres nih, gw nengok juga itu ibu ibu masih senyum kearah kami berdua,” tulis Agung di akun twitter @agunghilman_.

“Setelahnya kami jalan, nyamperin rombongan lain. Seling 10 menit selanjutnya ketemu, nama daerahnya gw gatau. Pokoknya pertigaan gitu, telah rame, lurus lanjut alas roban, kanan masuk ke daerah bawang,” lanjut Agung.

“Paling depan Ridwan, Kedua Andri, Ketiga Iqbal, Paling belakang Randy. Pas lewatin jalur kelokan konsisten agak nanjak dikit di kiri ada bangunan rusak gitu, kayak bekas apa gitu katanya telah terhadap ancur gak bebentuk. Randy yang paling belakang berasal dari kejauhan ngeliat ada cewek pake gaun merah, berdiri nunduk depan bangunan itu. Pas mereka melalui taunya itu cewek terbang kesebelah motor Andri, Iqbal yang juga ngeliat penampakan itu langsung klakson klakson,” kata pemotor Vespa itu.

“Mereka tetep jalur dalam keadaan kuntilanak terbang di sebelah motor Andri, Andri belum tau, dia masih fokus sama jalan. Iqbal menjadi teriak teriak ‘ndri jangan nengok ke kiri, fokus jalur aja,” tulis Agung.

“Gw juga sempet mikir sih kalo itu warung aneh, sedari gw jalur rela mesen itu ibu ibu ngeliatin konsisten sambil senyum, tapi ya gw mikir positif aja, kami gak ganggu, kan hanya rela istirahat membeli air,”.

Kunjungi Juga : Kumpulan Kisah Misteri

“Percaya gak percaya, itu botol air mineral yang tadi gw membeli penuh menjadi botol kosong kotor kayak telah lama gitu,

“Nih air yang lo membeli tadi hahahaha’ kata Putra ketawa. Semua ikutan ketawa, gatau kenapa malah menjadi ketawa. Dari yang full bersih menjadi kayak gini.. Ridwan bilang ‘yang lo minum tadi apa gung? Hahaha’Gatau lah, telah gak usah dipikirin hahaha’ Semua ketawa lagi, Andri juga telah baik, seluruh nya juga telah nyantai lagi. Akhirnya kami lanjutin jalan, belok melalui bawang, gak nerusin jalur alas roban, gak kuat!” tutupnya.

Nah, begitu curhatan pengendara Vespa yang punya cerita horror kala masuk Alas Roban.

Kira-kira, brother sepakat bersama dengan apa yang diamati pengendara Vespa itu?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *