Kisah Mbah Petruk Si Penjaga Merapi Pelindung Wong Cilik

Kisah Mbah Petruk Si Penjaga Merapi Pelindung Wong Cilik – Sosok Mbah Petruk kerap kali disebut-sebut sebagai penjaga Gunung Merapi. Lantas, siapakah sosok Mbah Petruk sebenarnya?

kisah-mbah-petruk-si-penjaga-merapi-pelindung-wong-cilik

Kisah Mbah Petruk Si Penjaga Merapi Pelindung Wong Cilik

Mbah Petruk adalah tokoh Punokawan dalam pewayangan Jawa. Konon, Mbah Petruk atau yang kerap disebut Ki Lurah Petruk itu dipercaya sebagai menandakan ada perlindungan bagi masyarakat di sekitar gunung.

“Mbah Petruk ini konon katanya anggota berasal dari yang berada di Merapi. Tapi itu termasuk konon ceritanya, sosoknya sebagai penjaga Gunung Merapi,” menyadari Tokoh Masyarakat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Basuki,

Basuki menambahkan, sampai selagi ini tidak menyadari siapa warga Merapi yang pernah berjumpa bersama dengan Mbah Petruk secara kasat mata.

“Secara kasat mata siapa yang pernah ditemui Mbah Petruk ini termasuk tidak ada. Ya ini sekadar cerita saja karena generasi sekarang termasuk lebih sukar membuktikan, sukar dipercaya di zaman Android,” menyadari Basuki.

Basuki yang merupakan Sekdes Balerante menambahkan, selagi ini generasi muda di wilayahnya jarang menyebut sosok Mbah Petruk. Masyarakat selagi ini udah melek teknologi dan mempercayai imbauan BPPTKG.

“Kalau generasi sekarang menyebut makna Mbah Petruk udah jarang. Sekarang kita yakin apa yang disarankan BPPTKG karena di tempatkan alat CCTV di puncak,” ucap Basuki.

Meski demikian, masyarakat setempat termasuk masih mempercayai tanda alam mengenai bisa saja bencana Merapi ketimbang sosok Mbah Petruk. “Kalau tanda alam itu kan ilmu titen. Misalnya tersedia gemuruh terus menerus, tersedia lava pijar, awan panas kecil, dan lainnya,” pungkas Basuki.

Sementara itu tidak benar satu warga Dusun Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Ngatiyo, 55, mengatakan letusan Merapi terhadap 2010 lalu memunculkan awan seperti sosok Mbah Petruk. Sosok tersebut melambaikan tangan ke arah timur.

“Pas meletus pertama dan batu terlempar tersedia asap seperti Petruk tangannya melambai ke arah sini. Artinya diminta mengungsi,” terang Ngatiyo.

Dia menambahkan,asap Gunung Merapi membentuk sosok Petruk sesungguhnya tidak keluar tiap tiap saat. Namun dia yakin sosok Mbah Petruk yang keluar merupakan menandakan bahwa rakyat kecil di sekitar Merapi akan dilindungi.

“Sosok Petruk itu kan orang kecil jadi melindungi orang kecil. Yang mutlak kita itu waspada,” kata Ngatiyo.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *