Kisah Misteri Pesugihan Umbel Meler di Klaten, Dulu Digemari Banyak Orang

Kisah Misteri Pesugihan Umbel Meler di Klaten, Dulu Digemari Banyak Orang – Di Klaten, Jawa Tengah terkandung pesugihan yang dulu banyak digemari masyarakat, yaitu pesugihan umbel meler.

Konon katanya, pesugihan ini tidak pakai tumbal cuma mengandalkan jin anak kecil bernama Bocah Bajang Ingusan.

Kisah Misteri Pesugihan Umbel Meler di Klaten, Dulu Digemari Banyak Orang

Kisah Misteri Pesugihan Umbel Meler di Klaten, Dulu Digemari Banyak Orang

“Pesugihan yang konon tidak mengorbankan tumbal nyawa ini merupakan pesugihan yang dahulunya punya banyak penggemar,”

Dari cerita yang beredar di masyarakat, sesuai bersama namanya, Taruhan Bola pengikut pesugihan umbel meler di Klaten ini sering mengeluarkan ingus yang banyak sekali sebagai pengganti tumbal.

Pengelola akun Instagram @misterisolo menjelaskan waktu itu tersedia syarat yang kudu dipenuhi oleh penduduk yang menginginkan turut pesugihan umbel meler ini.

Ada Syaratnya

Adapun syarat yang kudu dipenuhi adalah telah menikah, puasa spesifik sepanjang tujuh hari, dan mempunyai dupa serta ayam cemani ke sebuah makam di Kembangan.

“Ritualnya sendiri dimulai dari makam Kembangan, makam yang lokasinya tidak jauh dari Palang Kereta Pakis. Sebelum meminta pesugihan biasanya tersedia beberapa syarat yang kudu dilewati pada lain kudu telah menikah, telah berpuasa mutih dan ngrowot sepanjang 7 hari, serta mempunyai dupa dan ayam cemani. Setelah mengunjungi makam, biasanya calon pengikut pesugihan dapat mengunjungi sebuah pohon jati di gundukan tanah yang berada di tengah sawah,” jadi dia.

Pohon jati di tengah sawah itu katanya dihuni oleh danyang cantik bersama pakaian compang-camping.

Jika penunggu danyang cantik itu menerima orang tersebut, dia dapat menyambutnya bersama sinar layaknya lampu minyak yang berterbangan.Danyang cantik bersama pakaian compang camping dan berbau busuk ini dapat menitipkan pengikutnya untuk menolong proses pesugihan. Pengikutnya sendiri berbentuk anak kecil yang beringus dan puas meminum ingusnya sendiri. Mereka disebut Bocah Bajang Ingusan,” jelas dia.
Tidak Perlu Tumbal

Meski pesugihan umbel meler di Klaten ini tak butuh tumbal, orang yang pakai pesugihan ini kudu mempunyai ayam cemani pada malam Selasa atau Jumat Kliwon ke lokasi tadi.

Selain itu, pengguna pesugihan di Klaten ini kudu siap-siap menerima kondisinya yang sering mengeluarkan ingus yang begitu banyak. Dari ingus tersebut, danyang cantik tadi dapat merubahnya jadi koin emas.

“Resikonya mengikuti pesugihan ini adalah keluarnya banyak ingus secara tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, sang pengikut kudu menadahinya bersama tangan dikarenakan di dalam ingus selanjutnya sang danyang dapat menambahkan bonus berbentuk koin emas. Jika telah terkumpul, ingus selanjutnya kudu di tempatkan dalam sebuah wadah sebagai santapan Bocah Bajang,” ujar dia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *