Misteri Gunung Lawu, Bikin Merinding

Misteri Gunung Lawu, Bikin Merinding

Misteri Gunung Lawu, Bikin Merinding

Misteri Gunung Lawu angker sudah menjadi mitos yang mengiringi tiap-tiap pendaki yang hendak mendaki Gunung Lawu. Namun hingga kini tetap termasuk belum ditemu muaranya mengapa bisa gunung ini terkenal angker dan penuh dengan kisah-kisah mistis.
FS88BET
Untuk lebih mendalami mengapa banyak mitos yang menyebarkan bahwa Gunung Lawu angker, mari kita telisik lewat awal mula legenda berasal dari Gunung Lawu selanjutnya dahulu.

Legenda Gunung Lawu angker

Kisah berawal berasal dari era berakhirnya kerajaan Majapahit, yakni terhadap tahun 1400 M. Kala itu, orang yang menempati kursi kerajaan adalah Prabu Bhrawijaya V, beliau adalah raja terakhir berasal dari kerajaan Majapahit.

Singkat cerita, waktu Raden Fatah memasuki usia dewasa, ternyata Raden Fatah memeluk agama Islam, ia membelot berasal dari agama sang bapak yang beragama Budha. Bersamaan dengan meredupnya kerajaan Majapahit, Raden Fatah pun mendirikan kerajaan Demak yang berpusat di Glagah Wangi, saat ini lebih dikenal Alun-Alun Demak. Kenyataan yang menyebabkan Prabu Bhrawijaya V menjadi gundah.

Pada suatu malam, Prabu Bhrawijaya V bersemedi, dalam semedinya, beliau mendapatkan saran yang mengatakan bahwa kerajaan Majapahit akan meredup dan cahaya berubah ke kerajaan anaknya, yakni kerajaan Demak. Sesaat itu pula Prabu Bhrawijaya V meninggalkan kerajaan Majapahit, menuju Gunung Lawu untuk menyendiri.

Sesaat setelah meninggalkan kerajaannya, sebelum saat naik ke Gunung Lawu, Prabu Bhrawijaya V bersua dengan dua orang pengikutnya, kepala dusun berasal dari wilayah kerajaan Majapahit, tiap-tiap berasal dari mereka adalah Dipa Menggala dan Wangsa Menggala.

Karena mereka berdua tidak tega memandang Prabu Bhrawijaya V berlangsung sendirian, mereka pun ikut menemani Prabu Bhrawijaya V naik ke puncak Gunung Lawu.

Setelah hingga di puncak Hargo Dalem, Prabu Bhrawijaya V bicara kepada 2 pengikut setianya. Selesai mengucapkan kata-kata itu, Prabu Bhrawijaya V pun menghilang. Hingga kini, jasad beliau tidak dulu ditemukan oleh siapa pun.

Misteri Gunung Lawu angker kerap dikaitkan dengan adanya Burung Jalak Gading yang dipercaya Jelmaan Kyai Jalak

Setelah Prabu Bhrawijaya V lakukan moksa dan menghilang, tersisalah 2 pengikut setianya, Sunan Gunung Lawu dan Kyai Jalak. Sejarah bercerita, mereka berdua menjalankan amanat Prabu Bhrawijaya V, mereka merawat gunung Lawu.

Dengan kesempurnaan ilmu yang mereka punya, Sunan Gunung Lawu menjelma menjadi makhluk ghaib dan Kyai Lawu menjelma menjadi seekor burung Jalak berwarna gading.

Kisah berkenaan burung Jalak Gading ini tetap berlanjut hingga waktu sekarang, banyak orang percaya bahwa burung Jalak Gading kerap terlihat dan meberi saran jalur menuju puncak Gunung Lawu kepada para pendaki yang miliki obyek baik.

Sedangkan, jikalau pendaki miliki niatan buruk, Kyai Jalak tidak akan merestui mereka, akibatnya, para pendaki yang miliki niatan tidak baik akan terkena nasib nahas.

Mitos Kedatangan Pasar Setan di lereng Gunung Lawu

Misteri Gunung Lawu angker kian diperkuat oleh adanya Kedatangan Pasar Setan. Kabar ini sudah tidak asing kembali di telinga para pendaki, sebuah pasar yang tak terlihat dengan kasat mata ini berada di jalur Candi Cetho, lereng Gunung Lawu, sebuah lahan yang ditumbuhi ilalang.

Berbicara berkenaan jalur Candi Cetho, sebetulnya, jalur ini adalah jalur yang paling pendek dan cepat menuju puncak Lawu, gara-gara perjalanan diawali berasal dari 1.470 mdpl. Akan tetapi, jalur pendek ini sekaligus menjadi jalur yang paling berbahaya.

Sebab, tanjakan-tanjakan di jalur ini amat terjal, jurang curam menganga di pinggiran track, kabut tebal kerap turun menyebabkan jarak pandang menjadi begitu pendek dan makin besar efek tersesat, serta kepercayaan yang mengatakan bahwa jalur ini adalah perlintasan alam ghaib dan Kedatangan pasar setan.

Oleh gara-gara itulah, mengapa jalur ini beresiko dan tidak begitu favorit. Para pendaki lebih puas pilih dua jalur lainnya, yakni jalur Cemoro Kandang dan jalur Cemoro Sewu.

Sebagian pendaki mengaku dulu mendengar suara bising, seakan berada di pasar, waktu melalui sebuah lahan tanah yang berada di lereng Gunung Lawu. Terdengar pula suara yang tengah tawarkan dagangannya, rela membeli apa?.

Konon, jikalau di sana Anda mendengar suara-suara aneh tersebut, maka Anda wajib melenyapkan tidak benar satu barang yang Anda punya, sebagaimana orang yang tengah bertransaksi dengan langkah barter.

Bagaimana menyikapi Gunung Lawu yang terkenal angker?

Selain kisah di atas, tetap ada banyak kembali begitu banyak ragam mitos yang beredar di penduduk bahwa Gunung Lawu ini memanglah terkenal angker dan miliki sejumlah misteri yang mengiringi.

Mitos lain mengatakan bahwa jangan mendaki dengan baju berwarna hijau. Ada pula yang tunjukkan bahwa jangan mempunyai rombongan yang berjumlah ganjil. Kisah lain mengatakan bahwa mandi air berkhasiat di Gunung Lawu amat bermanfaat.

Terlepas berasal dari segala misteri dan kekayaan mitos yang dimiliki Gunung Lawu, hendaknya kita sebagai pendaki senantiasa waspada.

Waspada di sini bisa bermakna untuk tetap senantiasa merawat sikap sepanjang naik gunung. Hal-hal simpel layaknya tak bicara kasar, tidak berbuat senonoh, serta tidak melenyapkan sampah serampangan bisa menjadi laku baik yang wajib para pendaki terapkan.

kunjungi Juga : Kumpulan Kisah Misteri

Lagipula sejatinya, bukankah perilaku terbaik selanjutnya sebenarnya mestinya sudah mengada dalam laku sehari-hari kita sebagai manusia(?)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *