Misteri Hantu Tanpa Kepala Di Solo Technopark

Misteri Hantu Tanpa Kepala Di Solo Technopark

Misteri Hantu Tanpa Kepala Di Solo Technopark

Solo Technopark yang berlokasi di Jl Ki Hajar Dewantara, Jebres ini dijadikan tempat karantina pemudik di moment libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Tetapi, ternyata tersedia kisah misteri yang begitu legendaris di wilayah yang jadi pusat pelatihan teknologi ini.

Bahkan, menurut pengelola account Instagram @misterisolo, Solo Technopark yang jadi wilayah karantina pemudik ini merupakan bekas makam.

“Sebelum dibangun gedung ini, tempat ini merupakan sebuah kantor PDAM bersama dengan kebun terbengkalai yang luas dan terkandung makam di dalamnya. Makamnya pun berbagai ragam, berasal dari makam Tionghoa, pribumi, sampai makam Belanda,” ungkap dia.

Mitos Jasmine
Meskipun makam-makam tersebut sukses dipindahkan, katanya tetap tersedia satu makam Belanda yang tetap berada di belakang gedung. Dan masyarakat sekitar kerap mengaitkan makam tersebut bersama dengan sosok bernama Jasmine.

“Hal ini kerap dihubungkan bersama dengan sosok Jasmine, hantu anak kecil Belanda yang kerap mengajak bermain. Dibeberapa sudut gedung ini dipercaya sebagai tempat Jasmine bermain, tak heran lebih dari satu kontak astral seperti pintu yang terbuka bersama dengan sendiri sampai lebih dari satu alat yang berubah tempat secara tiba-tiba kerap berlangsung dikala malam tiba,” jadi dia.

Karena itulah tersedia mitos yang mengatakan pengunjung Solo Technopark dilarang memanggil nama Jasmine.

Tak hanya sosok Jasmine, berbagai kejadian mistis termasuk kerap berlangsung di Solo Technopark yang jadi wilayah karantina pemudik ini. Beberapa di antaranya, telephone misterius, sosok hantu tanpa kepala, sampai genderuwo.

“Sosok hantu tanpa kepala bersama dengan kemeja hitam kerap nampak berlangsung di lebih dari satu lorong gedung lebih-lebih dikala siang hari. Sosok genderuwo pun termasuk melengkapi aura mistis komplek ini. Konon, sang genderuwo kerap menampakkan wujudnya yang menyeramkan kepada lebih dari satu siswa yang tengah berada dalam gedung,” beber pengelola account Instagram @misterisolo.

Akan tetapi, menurut @misterisolo, makhluk-makhluk halus di Solo Technopark yang jadi wilayah karantina pemudik ini bukanlah sosok yang membahayakan.

Mereka hanya jahil sebab ingin bermain bersama dengan manusia yang disukai. “Kejahilan hanya cuman ingin bermain dan berteman bersama dengan orang yang mereka suka. Maka berasal dari itu, tetap melakukan tindakan sopan dan memelihara lisan terlampau disarankan dikala kita berada di komplek ini,” pungkas dia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *