Misteri Mobil dan Kembang 7 Rupa Tiba-tiba Muncul dari Laut Jawa

Misteri Mobil dan Kembang 7 Rupa Tiba-tiba Muncul dari Laut Jawa

Misteri Mobil dan Kembang 7 Rupa Tiba-tiba Muncul dari Laut Jawa

Sejak lima hari belakangan ini, perihal misterius dan berbau mistis menggegerkan warga pesisir Pelabuhan Batang, Jawa Tengah. Sejak Jumat malam 10 Maret 2017 lantas sampai kini, perihal misterius itu tetap jadi pembicaraan publik dan belum terjawab.
Pasang Bola
Kejadian berbau mistis itu bermula pada hari Jumat malam lantas sekitar pukul 20.00 WIB. Sejumlah warga sementara itu sedang memancing di bantaran sungai Sambong, Kelurahan Karangasem Utara, Kabupaten Batang. Mereka tiba-tiba lihat onggokan benda asing terapung di permukaan air.

Setelah didekati, onggokan benda asing itu ternyata bangkai sebuah mobil. Seketika, sejumlah warga yang sementara itu berada di lokasi sempat heboh dan mengupayakan untuk meyakinkan jikalau di di dalam mobil tidak tersedia penumpang.

Temuan itu pun lantas dilaporkan ke aparat Kepolisian Sektor Batang untuk langsung ditindak lanjuti dan mengevakuasi mobil tersebut.

Informasi sebuah mobil yang terapung di sungai Sombang cepat menyebar dari mulut ke mulut. Hingga akhirnya ratusan warga berduyun-duyun mengunjungi lokasi untuk lihat dan jelas lebih detil soal perihal misterius itu.

Baru keesokan harinya, Sabtu pagi 11 Maret 2017 sekitar pukul 09.00 WIB sejumlah bagian Pol Air Polres Batang dibantu warga mengevakuasi mobil yang telah terbawa arus Sungai Sombang sampai ke muara Laut Jawa tersebut.

Dibutuhkan sementara sekitar dua jam, mobil yang terapung di muara itu sukses dievakuasi memakai alat berat. Setelah sukses ditarik ke permukaan, tiba-tiba sebuah sepeda motor juga ditemukan tak jauh dari lokasi mobil itu dievakuasi. Motor itu pun turut dievakuasi dan diamankan di tepian muara.

Setelah diidentifikasi oleh kepolisian, mobil dan sepeda motor yang tergolong baru itu kondisinya tetap memadai bagus. Hanya di sebagian bagian body saja mengalami lecet.

Detil ke-2 kendaraan bermotor itu, yakni mobil Honda Brio Satya bewarna hitam bersama nopol L-1553-TB dan sepeda motor Yamaha Mio Soul berwarna hitam H-5478- KS. Jika dicermati dari plat nomornya, umur ke-2 kendaraan itu belum genap satu tahun.

Dari hasil pemeriksaan pada ke-2 kendaraan itu ditemukan sejumlah keanehan. Pasalnya, tidak cuman tanpa pemilik, di sekitar mobil jenis sedan ini juga bertebaran bunga tujuh rupa.

Kedua kendaraan kini telah diamankan oleh jajaran Polres Batang. Kabag Ops Polres Batang, Kompol Hartono mengatakan, sampai kini belum tersedia warga yang melaporkan kehilangan dua kendaraan mobil dan sepeda motor yang ditemukan di muara sungai Sombang tersebut.

“Belum tersedia laporan kehilangan dua kendaraan itu, kita juga tetap konsisten laksanakan penyelidikan lebih lanjut mengenai siapa pemilik sebenarnya,” ucap Hartono, Selasa (14/3/2017).

Saat ini, kata dia, pihaknya tetap laksanakan penyelidikan lebih lanjut mengenai motif pembuangan dua kendaraan itu ke Sungai Sombang. Sebab, Selain ditemukan tersedia unsur kesengajaan, tak tersedia Info soal kecelakaan di sekitar lokasi penemuan. Sehingga dikehendaki dari penyelidikan ini dapat terkuat perihal misterius ini.

“Barang bukti telah kita amankan. Tapi dugaan awal berdasarkan hasil pemeriksaan kendaraan ini tersedia unsur kesengajaan dibuang oleh pemiliknya. Kami tetap telusuri siapa pemiliknya melalui Info no platnya,” ujar dia.

Penemuan ke-2 kendaraan itu jadi pembicaraan penduduk setempat. Dari pembicaraan warga setempat dan Info yang di terima Liputan6.com, misteri mobil dan sepeda motor baru yang ditemukan di muara Sungai Sombang itu terjawab.

Kedua kendaraan itu sengaja dibuang bagi pemiliknya sebagai tumbal atau seserahan sebagai ucapan terima kasih kepada Dewi Lanjar, sosok mitos yang diyakini sebagian orang sebagai penguasa Laut Jawa.

Masyarakat pesisir Pantura Batang sendiri memang tetap meyakini tentang sang penguasa Laut Jawa, di dalam perihal ini Dewi Lanjar, yang menginginkan tumbal tiap-tiap tahunnya. Tumbal itu agar perekonomian daerah setempat lancar. Masyarakat memercayai, jikalau keraton Dewi Lanjar berada di Pantai Pekalongan sebelah Sungai Slamaran.

“Warga meyakini itu (mobil dan motor) memang sengaja dibuang di Sungai Sombang sampai ke muara laut sebagai tumbal Penguasa Laut Jawa. Tapi kebanyakan jikalau kasih seserahan atau tumbal itu nggak memakai barang kaya gitu, kebanyakan kepala kerbau,” ucap Slamet (52) warga Pesisir Batang.

Ia menambahkan, keyakinan ke-2 kendaraan yang sengaja dibuang ke sungai Sombang itu sebagai tumbal karena di di dalam mobil dan di sekitarnya tersedia kembang tujuh rupa yang tampaknya sengaja ditebarkan oleh pemiliknya.

“Ada bunga-bunga tujuh rupa juga yang ditemukan di di dalam mobil itu. Jadi kan lebih mempertegas ulang jikalau dua kendaraan itu sengaja dibuang. Tapi sayang juga mobil dan motor yang dibuang itu, tetap baru telah dibuang ke laut,” ujar dia.

Bahkan, kata dia, karena penasaran banyak warga Batang dan sekitarnya mengunjungi kantor Pol Air Batang untuk lihat langsung ke-2 kendaraan yang disebut-sebut sebagai tumbal Dewi Lanjar.

“Sampai saat ini saja tetap banyak warga yang mampir untuk lihat mobil dan sepeda motor itu. Ya mungkin mereka penasaran, karena awalnya saya juga begitu sih,” ujar dia.

Sebagai informasi, sejumlah penduduk tanah Jawa, terlebih pesisir Pantura pasti kenal bersama ratu siluman penguasa Laut Utara, Dewi Lanjar. Hingga saat ini namanya tetap melegenda dan berpengaruh, terlebih di lokasi Pekalongan, Batang sampai ke Banjarnegara.

Konon, menurut cerita rakyat yang tidak pasti kebenarannya, Dewi Lanjar mula-mula bernama Dewi Rara Kuning yang ditinggal mati suaminya disaat tetap jadi pengantin baru. Dari situ Dewi Rara dinamakan Dewi Lanjar–lanjar artinya janda kembang–.

Karena hidupnya merana, ia memastikan untuk pergi ke selatan menghadap dan memohon Ratu Kidul sebagai penguasa Pantai Selatan bersama langkah bertapa sampai raganya moksa (lenyap).

Pada suatu hari ruh Dewi Lanjar bersama jin-jin diperintahkan untuk mengganggu dan mencegah Raden Bahu yang sedang mengakses hutan Gambiren–kini letaknya di sekitar Jembatan Anim, Pekalongan dan Desa Sorogenen.

Kunjungi Juga : Kumpulan Kisah Misteri

Akan tetapi, karena kesaktian Raden Bahu, seluruh godaan Dewi Lanjar dan jin-jin dapat dimentahkan. Bahkan Dewi Lanjar dan pasukannya tunduk kepada Raden Bahu.

Karena Dewi Lanjar gagal maka memastikan tidak ulang ke Pantai Selatan. Dia pun memohon izin kepada Raden Bahu untuk dapat bertempat tinggal dan mendirikan istana siluman di Pekalongan bersama pengawal dua wanita cantik bernama Sri Lorensa dan Sri Lopaka.

Konon letak keraton Dewi Lanjar berada di Pantai Pekalongan sebelah Sungai Slamaran. Suasana keraton disebut-sebut hampir serupa bersama kehidupan alam manusia di dunia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *